LAHIRNYA PANCASILA

Dalam bulan April 1945 dibentuk Panitia Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan, yang diketuai oleh dr. Radjiman Wediodiningrat. Dalam pidato pembukaannya dr. Radjiman Wediodiningrat antara lain mengajukan pertanyaan kepada aanggota-anggota sidang : “Apa dasar Negara Indonesia yang akan kita bentuk ini?”.

Banyak yang berpendapat, bahwa pertanyaan itu yang membawa persoalan filosofi, akan memperlambat waktu saja, sedangkan anggota yang terbanyak sangat gelisah, ingin cepat sudah dengan rencana Undang-Undang Dasar. Tetapi pertanyaan dr. Radjiman Wediodiningrat itu menguasai juga jalan perundingan pada hari-hari yang pertama. Terutama Bung Karno yang memberikan jawaban yang berisikan satu uraian tentang lima sila. Pidato ini kemudian diterbitkan dengan nama “Lahirnya Pancasila”. Uraian itu yang bersifat kompromis, dapat meneduhkan pertentangan yang mulai tajam antara pendapat yang mempertahankan Negara Islam dan mereka yang menghendaki dasar negara sekuler, bebas dari corak Agama.

Sebelum sidang pertama itu berakhir, dibentuk suatu panitia kecil untuk :

  1. Merumuskan kembali Pancasila sebagai dasar Negara berdasarkan pidato yang diucapkan Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945.
  2. Menjadikan dokumen itu sebagai teks untuk memproklamasikan Indonesia Merdeka.

Dari dalam panitia kecil itu dipilih 9 orang untuk menyelenggarakan tugas itu. Rencana mereka itu disetujui pada tanggal 22 Juni 1945 yang kemudian diberi nama “Piagam Jakarta”.

PIAGAM JAKARTA 22 JULI 1945

Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penajajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampai kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan Rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka Rakyat Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaannya.

Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan Bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Hukum Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan Rakyat dengan berdasar kepada : “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat-kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia”.

Jakarta, 22 – 6 – 2603

  • Ir. Soekarno
  • Drs. Mohammad Hatta
  • Mr. A.A. Maramis
  • Abikoesno Tjokrosoejoso
  • Abdoelkahar Muzakir
  • H.A. Salim
  • Mr. Ahmad Soebardjo
  • Wachid Hasjim
  • Mr. Moehammad Yamin

Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang bersidang sesudah Proklamasi Kemerdekaan, menjadikan Piagam Jakarta itu sebagai Pendahuluan bagi UUD 1945, dengan mencoret bagian kalimat “dengan kewajiban melaksanakan syari’at Islam bagi pemeluknya“. Alasannya, ada keberatan sangat oleh pihak lain yang tidak beragama Islam.

Menurut pendapat mereka, tidak tepat di dalam suatu pernyataan pokok yang mengenai seluruh bangsa ditempatkan suatu penetapan yang hanya mengenai sebagian saja daripada Rakyat Indonesia, sekalipun terbesar. Penetapan tersebut selalu dapat dijadikan peraturan hukum dengan undang-undang yang melalui DPR.

Untuk menjaga persatuan dan keutuhan seluruh wilayah Indonesia, dikeluarkan bagian-bagian kalimat “dengan kewajiban melaksanakan syari’at Islam bagi pemeluknya” dari “Pembukaan UUD”.

Pembukaan UUD, karena memuat didalamnya Pancasila sebagai ideologi negara, beserta dua pernyataan lainnya yang menjadi bimbingan pula bagi politik negeri seterusnya, dianggap sebagai sendi daripada hukum tatanegara Indonesia. Undang-Undang ialah pelaksanaan daripada pokok itu dengan Pancasila sebagai penyuluhnya, adalah dasar mengatur politik negara dan perundang-undangan negara, supaya terdapat Indonesia merdeka seperti yang dicita-citakan : merdeka, berdaulat, adil dan makmur.

Pancasila tidak saja pedoman bagi politik, tetapi juga bagi politik luar negeri, karena didalam pembukaan disebutkan sebagai tugas Pemerintah Republik Indonesia; di satu pihak melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tanah tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan Bangsa, di lain pihak juga ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaiaan abadi dan keadilan sosial.*

Sebab itu politik luar negeri Republik Indonesia ialah politik bebas dan aktif.

  • Bebas : sesuai dengan prinsip kemerdekaan dan kedaulatan negara dan karena itu tidak memihak kepada blok politik manapun juga.
  • Aktif : membela perdamaian dan mencapai persaudaraan segala bangsa.*

*amanat DR. MOHAMMAD HATTA dalam acara peringatan lahirnya Pancasila tanggal 1 Juni 1977 di Gedung Kebangkitan Nasional Jakarta – dipublikasikan dalam buku berjudul “PENGERTIAN PANCASILA” – diterbitan oleh IDAYU PRESS – JAKARTA 1977

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • soehat  On March 8, 2011 at 05:23

    dalam bukunya yg saya tulis ulang HATTA mmg menceritakan kembali prosesi lahirnya Pancasila dan perkembangannya; saya tulis dengan maksud mengabadikan sejarah yg ditulis oleh mrka para pelaku sejarah; buku bisa hancur seperti sejarah bisa dirubah; tapi smga web ini bisa membuatnya abadi; menjadi pelajaran sejarah yang “benar” bagi Indonesia; x)

Trackbacks

  • By PERKEMBANGAN PAHAM PANCASILA « soehat on March 8, 2011 at 05:12

    […] seperti disebut dalam tulisan Lahirnya Pancasila, dalam pidato Bung Karno tentang dasar-dasar negara dalam sidang Panitia Penyelidik Usaha-Usaha […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s